Kamis, 09 April 2015

Suatu Saat Nanti :')

Pada suatu hari nanti Jasadku tak akan ada lagi Tapi dalam bait-bait sajak ini Kau tak akan kurelakan sendiri Pada suatu hari nanti Suaraku tak terdengar lagi Tapi di antara larik-larik sajak ini Kau akan tetap kusiasati Pada suatu hari nanti Impianku pun tak dikenal lagi Namun di sela-sela huruf sajak ini Kau tak akan letih-letihnya kucari

Mata Hitam,


Dua mata hitam adalah matahati yang biru
 dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu
Rindu bukanlah milik perempuan melulu dan keduanya sama tahu,
 dan keduanya tanpa malu
 Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi kecantikan tanpa sutra,
 tanpa pelangi
 Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
 secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam